Kok masih kenal? Iyalah, kami alumni IC!

Ehm,

Sebenarnya pertanyaan ini muncul ketika saya sedang mengunjungi kosan salah satu Kakak Alumni IC (entah tahun berapa, 2006 kalo gak salah ^ ^) namanya Kak Aaf. Oke, bukan beliau yang mau saya bahas disini, yang saya bahas adalah pertanyaan dari anak ibu kos tempat beliau tinggal, masih seumuran sma (okeh ini juga gak penting). ia bertanya

 "Temennya mas Aaf ya, mas?" tanyanya
 "Bukan kok mbak, adek kelas kok," jawab saya
 "Ohh, adek kelas di ITS ya mas?" tanyanya kembali
 "Bukan juga mbak, adek kelas pas aliyah kok, saya sendiri baru lulus tahun ini"
 "Lhoo, kok masih kenal? kan Mas Aaf lulusnya udah lama toh?"
 "Iya sih, hmm, gak tau juga sih mbak, ya pokoknya kenal aja" jawab saya sembali permisi karena Kak Aaf waktu itu sudah pulang dari kantor, dan juga, meninggalkan segurat pertanyaan dalam benak saya.

Nha, yang menggelitik hati saya, apa yang menyebabkan ikatan kita (alumni IC) begitu kuat ketika kita sudah menyebar di masyarakat (honestly, hal itu tidak terasa ketika saya masih menyandang gelar siswa IC, nothing special, we're just friends,) Tapi mau diakui atau tidak, semuanya berubah ketika kita sudah meninggalkan IC, dikit-dikit ingat IC, iya kan? (^_~)

Tapi kalau cuma itu, saya (dan mungkin kita semua) juga merasakannya ketika lulus dari SMP/MTs, tapi efeknya tentu nggak selama ketika meninggalkan IC kan? Yang pasti kita rasakan mungkin, rasa bangga yang menelusup ketika orang tahu bahwa kita ini adalah alumni IC, dan juga, rasa solidaritas yang entah mengapa menjadi sangat tinggi dan terkadang emosional ketika menyinggung tentang IC.

Dan tentunya, kebanggaan kita itu juga harus kita ikuti dengan tanggung jawab, tanggung jawab sebagai alumni IC, bahwa, sampai mati pun kita tetap menyandang nama sebagai alumni IC, karenanya, tentunya sikapnya juga harus dijaga toh, ^ ^)

Harus diiingat juga, ini juga bukan himbauan gerakan sauvinisme (eng : chauvinisme) atas IC loh ya (~_~)'', toh sekolah kita belum yang terbaik (untuk saat ini, ^ ^) ehehehe
dan yang pasti, kita masih harus melestarikan kebanggaan itu kepada adik-adik kelas kita yang sebentar lagi juga kan menyusul kita sebagai alumni, harapannya, semangat solidaritas dan silaturahim kita, nantinya juga tidak terbatas atas nama IC, namun juga atas nama Indonesia dan atas nama Islam. iya kan?

Salam, (^ ^);

2 Komentar

Anonymous said...
May 8, 2012 at 2:24 AM

setuju ..
nambahin nih, aku rasa sudah menjadi tugas kita juga untuk meng "keep" sesama alumni IC (terutama seangkatan) karena biar bagaimanapun dia dan setidakpeduli apapun dia terhadap IC dia tetep alumni IC.
kalo dibilang IC bagai satu tubuh aku rasa iya karena ketika ada satu yang rusak akan menyebabkan kerusakan pada yang lainnya.
keep in mind guys !

Post a Comment